Tampilkan postingan dengan label ekonomi pembangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi pembangunan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2016

Artikel tentang Ekonomi Perkotaan

EKONOMI PERKOTAAN

    Konsep :  merupakan suatu  disiplin ilmuekonomi  baru  yang membahas  analisis ekonomi terhadap persoalan-persoalan  yang dihadapi oleh kota dalam  perkembangannya
    Ciri atau sifat esensial daerah perkotaan adalah konsentrasi basis berbagai kegiatan ekonomi, social, dan politik pada tata ruang perkotaan.
    Masalah perkotaan sangat luas dan bervariasi, sehingga untuk menanganinya diperlukan langkah dan upaya pemecahan dengan menggunakan analisis ekonomi agar dapat dicapai hasil yang efektif dan efisien.

Ekonomi perkotaan merupakan salah satu disiplin ilmu karena mempunyai :

    Objek : Kota itu sendiri dengan segala macam permasalahannya
    Batasan :

FUNGSI KOTA BESAR

    FUNGSI TEMPAT  TINGGAL (WISMA)

Perumahan (papan) merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. perumahan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan stabilitas social, dinamika masyarakat dan produktivitas kerja.  Namun pertambahan penduduk kota yang sangat pesat akan meningkatkan kebutuhan terhadap perumahan yang semakin besar pula hal ini menimbulkan banyak hambatan disebabkan karena rendahnya kemampuan ekonomi sebagaian besar penduduknya dan tingginya biaya pembangunan perumahan. Tingginya biaya disebabkan karena keterbatasan factor-faktor produksi perumahan seperti tanah

( lahan), bahan bangunan, dll.

Permasalahan : Semakin banyak tumbuh perumahan yang kurang memenuhi persyaratan bagi perumahan yang layak dan lingkungan yang sehat (kumuh).

Solusi : Dibangunnya perumahan rakyat yang memenuhi standart yang telah ditetapkan yaitu jumlah yang memadai di dalam lingkungan yang sehat, kuat dari segi teknis dan dalam jangkauan masyarakat.

    FUNGSI TEMPAT PEKERJAAN (KARYA)

Kota-kota besar sebagai pusat-pusat kegiatan dapat ditandai dengan terjadinya aglomerasi industry dan arus urbanisasi. Sehingga fungsi dan peranan kota sangat penting sebagai pusat kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Permasalahan :

    Pertumbuhan penduduk kota yang sangat cepat sering kali tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja yang memadai yang pada akhirnya akan menimbulkan pengangguran, beban pemerintah, keonaran sering terjadi di dalam masyarakat, perkampungan kumuh dan peningkatan angka kriminalitas.
    Sebagian kegiatan produktif di perkotaan terjadi atau berada pada gedung-gedung dan antar gedung. Pembangunan gedung-gedung tersebut berkembang cepat , bahkan sebagian tidak terarah atau tidak terkontrol dengan baik.

Solusi:

    Pemerintah harus berusaha menciptakan iklim yang menggairahkan terhadap kegiatan ekonomi, baik dalam arti menciptakan lapangan kerja baru maupun memperluas kegiatan yang sudah ada. Diantaranya, mengadakan perbaikan kondisi pemukiman, penentuan lokasi kegiatan industry yang tepat, mendorang inisiatif (prakarsa) dan usaha swasta seluas mungkin serta usaha-usaha lainnya dalam rangka penciptaan dan perluasan lapangan kerja di dalam wilayah perkotaan.
    Pemerintah kota harus menciptakan lingkungan fisik perkotaan (urban setting) yang serasi dan harmonis. Keadaan tempat-tempat pekerjaan harus diusahakan sedapat mungkin memenuhi persyaratan kesehatan, keamanan, kebersihan dan keindahan.
    FUNGSI LALU LINTAS (MARGA)

Pemukiman penduduk yang terpusat di daerah perkotaan menimbulkan kebutuhan akan prasarana dan sarana transportasi yang digunakan untuk melayani angkutan penduduk. secara teoritis permintaan akan jasa transportasi adalah bersifat turunan (derived demand). Kenaiakan terhadap kegiatan perdagangan dan industry serta kegiatan mobilitas lainnya akan menimbulkan permintaan akan jasa transportasi. Berbagai jenis perjalanan tersebut dapat dikelompokkan menjadi aksebilitas antar kegiatan tempat tinggal, aksebilitas antar kegiatan non tempat tinggal.

Permasalahan : Banyaknya angkutan yang ada di kota kadang mengakibatkan kesemrawutan tata kota. Angkutan kota banyak diantaranya yang telah tua dan diantaranya memproduksi emisi yang mengakibatkan polusi udara di daerah perkotaan.

Solusi : Adanya perencanaan angkutan umum di daerah perkotaan yang baik dan serasi. Lokasi kegiatan-kegiatan ekonomi dapat diatur dan disesuaikan dengan perumahan yang dihubungkan melalui jalur angkutan yang tepat. Selain itu diperlukan juga konsolidasi antar berbagai jenis alat angkutan, penyusunan pola trayek angkutan, penerapan tariff angkutan, pembarian izin, pembangunan terminal, peremajaan kendaraan, pengujian emisi berkala.

    FUNGSI REKREASI

Kota sebagai pusat kegiatan juga memenuhi fungsi rekreas

    TERBENTUKNYA KOTA KARENA TUNTUTAN EFISIENSI

Kota sebagai pusat kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.

MENGAPA TIMBUL URBANISASI

Faktor pendorong

    Daerah belum maju
    pekerjaan
    Penghasilan rendah

Faktor penarik

    Proses aglomerasi/polarisasi
    Penghasilan/upah yang lebih tinggi
    Melanjutkan sekolah
    Kebebasan pribadi
    Hiburan
    adat

Pertumbuhan dan Struktur Kota

    · Kriteria Pertumbuhan Kota

Kota merupakan konsentrasi pemukiman penduduk yang makin lama makin meluas. Konsentrasi di dalam pemukiman penduduk di daerah perkotaan sangat tinggi kepadatannya. Gejala yang sering ditemukan di daerah perkotaan adalah urbanisasi. Perkembangan kota mencakup kegiatan pembangunan dan perkembangan kota itu sendiri.Perkembangan kota juga mencakup kegiatan pelayanan bagi daerah hinterland (daerah belakang).

    Prinsip Pertumbuhan Kota

Menurut Boulding Pertumbuhan kota sebagai suatu proses yang cukup pelik. Prinsip yang diungkapkan Boulding :

1. Dalam gerak pertumbuhan, maka bentuk dari setiap objek, organisme atau organisasinya merupakan akibat dari hukum pertumbuhannya.

2. Equal adventege, menjelaskan bagaimana terjadinya distribusi atau kemampuan tumbuh diantara bagian-bagian struktur kota diupayakan agar relative lebih berimbang.

    · Konsep Struktur Kota
    Teori The Concentric Zone oleh E. W Burges

Dalam

2. Teori Radial Sector oleh Homer Hyot

3. Konsep Multiple Nuclei oleh Harris dan Ullman


TEORI-TEORI PERTUMBUHAN KOTA

CENTRAL PLACE DAN URBAN BASE

    · Formulasi Teori Central Place

Pusat kota dapat dikatakan pula dengan istilah central place (tempat sentral) yang didefinisikan dalam arti fungsi-fungsi sentral yang dilaksanakan untuk suatu daerah. Fungsi utama kota adalah bertindak sebagai suatu pusat pelayanan untuk daerah hinterland di sekitarnya (yang disebut sebagai daerah komplementer/daearah belakang), yang menyuplai kebutuhan barang dan jasa untuk kota.

Menurut teori central place atau tempat sentral, kota tumbuh dan berkembang sebagai akibat dari permintaan barang dan jasa daerah sekitarnya. Atau dengan kata lain pertumbuhan kota merupakan suatu fungsi dari penduduk daerah hinterlandnya dan merupakan fungsi dari tingkat pendapatannya.

    Keterbatasan/kelemahan teori central place

1.  Pada kenyataannya kota besar tidak mengkususkan fungsinya pada produksi barang dan jasa yang akan dipasarkan ke darah pasar yang luas sebagaimana di klaim oleh teori central place.

contoh: Kepadatan penduduk kota diikuti oleh peningkatan kebutuhan. Persoalan yang timbul bahwa dalam pertumbuhan kota ternyata tidak sederhana seperti pemasaran barang dan jasa yang diproduksi oleh central place yang berada di dalam kota untuk daearh-daerah sekitarnya. Kebutuhan pelayanan kepada penduduk kota yang cukup banyak jenisnya dab sangat luas jangkauannyaharus ditempuh dan disediakan secara cukup, merata, dan murah.

2. Analisis central place ternyata lebih menekankan pada peranan sektor perdagangan dan kegiatan jasa dari pada kegiatan produktif lainnya seperti manufacturing dan transportasi.

3. Pertumbuhan kota meningkat terus dan setelah sampai pada tingkat tertentu mereka memerlukan sumber daya (tenaga kerja, modal, dll) yang didatangkan dari luar daerah. Dalam hal ini tidak dapat dijelaskan dalam pengertian permintaan barang dan jasa dari daerah hinterland seperti yang dikemukakan oleh teori central place.

Diakui bahwa hinterland dan kota berkaitan satu sama lainnya. Tanpa hinterland pertumbuhan kota tidak akan pesat, sebaliknya hinterland tanpa kota juga tidak akan menikmati kemajuan teknologi yang pada umumnya ditransfer dari kota-kota besar.

    Pendekatan Urban Base (Basis Ekonomi Perkotaan)

Perbedaan dari teori central place dan urban base adalah pada teori central place menyatakan bahwa sumber utama pertumbuhan kota adalah melayani permintaan barang dan jasa daerah hinterlandnya sedangkan menurut teori urban base sumberdaya adalah permintaan dari mana saja di luar pusat kota.

Menurut teori urban base struktur ekonomi perkotaan terdiri dari dua katehori utama yaitu kegiatan-kegiatan dasar (basic activities). yang memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa untuk di ekspor ke luar daerah perkotaan, dan kegiatan-kegiatan jasa non dasar (non basic activities) dimana barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan akan dikonsumsi di daerah perkotaan sendiri.

Menurut teori urban base suatu kota bertumbuh sebagai akibat dari spesialisasi dalam kegiatan ekspor. Dengan ekspor tentunya akan diperoleh devisa, hal ini berarti dapat meningkatkan kekayaan dan kemampuan suatu Negara atau daerah untuk melaksanakan pembangunan dan membayar harga barang yang diimpornya dari luar negeri.

    Kelemahan teori urban base :

1. Terdapat kesulitan dalam mengukur economic base, khusunya masalah bagaimana membedakan antara kegiatan dasar dan kegiatan non dasar.

2. Tidak dapat meramalkan pertumbuhan kota di masa depan

3. Terdapat kelemahan teoritik yaitu pembagian ke dalam dua sektor (dasar dan non dasar) dapat dikatakan tidak mempunyai arti yang penting.


TEORI AMBANG PINTU (THRESHOLD THEORY)

Teori ambang pintu (threshold theory) adalah suatu usaha pemikiran untuk menjabarkan desain perencanaan kota atau regional ke dalam teoru kuantitatif. Perencanaan kota menghadapi beberapa jenis keterbatasan atau limitasi, misalnya dalam penggunaan dan pengembangan lingkungan. Prosedur yang konvensional dari studi-studi kelayakan, baiasanya dalam metodologi tidak mengemukakan cara-cara penanggulangannya secara jelas dan lengkap terhadap keterbatasan-keterbatasan tersebut.

Sebagai contih usaha pemukiman menghadapi tantangn dari waktu kewaktu dalam bentuk keterbatasan-keterbatasan yang bersifat ambang pintu. Keterbatasan itu adalah:

1. Keterbatasan secara fisik, contoh : tipe lahan yang sulit untuk dilakukan pengembangan karena mempunyai kontur yang curam/barbatu/dll. Namun keterbatasan ini tidak absolute karena masih bisa diatasi dengan teknologi modern.

2. Keterbatasan ambang pintu teknologis, contoh: dalam pengembangan fasilitas kota perlu adanya system baru yang berteknologi mutakhir.

3. Keterbatasan structural, keterbatasan ini terjadi sebagai akibat pertambahan penduduk kota dan arus urbanisasi yang terus meningkat, maka peremajaan kota perlu dilakukan.


AGLOMERASI

Pengertian Aglomerasi

Aglomerasi menurut teori lokasi modern merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi aktifitas ekonomi, aglomerasi juga menjadi salah satu faktor disamping keunggulan komparatif dan skala ekonomi menjelaskan mengapa timbul daerah-daerah dan kota-kota (Soepono, 2002). Terdapat dua macam aglomerasi, yaitu aglomerasi produksi dan aglomerasi pemasaran (Soepono, 2002). Dikatakan aglomerasi produksi bilamana tiap perusahaan yang mengelompok/kluster atau beraglomerasi mengalami eksternalitas positif di bidang produksi, artinya biaya produksi perusahaan berkurang pada waktu produksi perusahaan lain bertambah.

Aglomerasi pemasaran adalah perusahaan-perusahaan dagang atau banyak toko mengelompok dalam satu lokasi. Ada eksternalitas belanja (shopping externality) yang dapat dinikmati yaitu penjualan suatu toko dipengaruhi oleh toko lain disekitarnya. Ada dua produk yang menimbulkan eksternalitas belanja, yaitu barang subtitusi tidak sempurna dan barang komplementer. Barang subtitusi tidak sempurna merupakan barang yang mirip namun tidak sama, pembeli membutuhkan perbandingan (comparison shopping) menyangkut corak, harga, kualitas dan merek sebelum memutuskan untuk membeli. Misalnya dalam membeli sepeda motor, ada Honda, Yamaha, Susuki, Kawasaki dan yang lain-lain. Barang komplementer adalah barang-barang saling melengkapi, misalnya kopi dan gula, CD dan CD Player, toko baju olah raga dengan sepatu olah raga, dan lain-lain.

Aglomerasi Industri yaitu pemusatan industri di suatu kawasan tertentu dengan tujuan agar pengelolanya dapat optimal. Gejala aglomerasi industri itu disebabkan karena hal-hal berikut :

    Adanya persaingan industri yang semakin hebat dan semakin banyak.
    Melaksanakan segala bentuk efisiensi di dalam penyelenggaraan industri.
    Untuk meningkatkan produktivitas hasil industri dan mutu produksi.
    Untuk memberikan kemudahan bagi kegiatan industri.
    Untuk mempermudah kontrol dalam hubungan tenaga kerja, bahan baku, dan pemasaran.
    Untuk menyongsong dan mempersiapkan perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik yang dimulai tahun 2020.
    Melakukan pemerataan lokasi industri sesuai dengan jumlah secara tepat dan berdaya guna serta menyediakan fasilitas kegiatan industri yang berwawasan lingkungan.

Proses aglomerasi (pemusatan) industri keberhasilannya banyak ditentukan oleh faktor teknologi lingkungan, produktivitas, modal, SDM, manajemen dan lain-lain.

Pada Negara-negara yang sedang mengalami aglomerasi industri, terdapat dualisme bidang teknologi. Dualisme teknologi adalah suatu keadaan dalam suatu bidan ekonomi tertentu yang menggunakan tehnik dan organisasi produksi yang sangat berbeda karakteristiknya. Kondisi ini mengakibatkan perbedaan besar pada tingkat produktivitas di sektor modern dan sektor tradisional, seperti keadaan berikut ini :

a.     Jumlah penggunaan modal dan peralatan yang digunakan.

b.       Penggunaan pengetahuan teknik, organisasi, dan manajemen.

c.       Tingkat pendidikan dan keterampilan para pekerja.

Faktor-faktor ini menyebabkan tingkat produktivitas berbagai kegiatan sektor modern sering kali tidak banyak berbeda dengan kegiatan yang sama yang terdapat di Negara maju. Sebaliknya sektor tradisional menunjukkan perbedaan banyak karena keadaan sebagai berikut :

a.       Terbatasnya pembentukan modal dan peralatan industri.

b.       Kekurangan pendidikan dan pengetahuan.

c.       Penggunaan teknik produksi yang sederhana.

d.       Organisasi produksi yang masih tradisional.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Jumat, 05 Februari 2016

Artikel Lengkap tentang Valuta Asing

Pengertian, Fungsi dan Jenis-Jenis Valuta Asing (Valas)

Pasar Valuta Asing atau yang biasa disebut Valas, adalah pertukaran uang dari nilai mata uang yang berbeda. Valuta asing merupakan suatu mekanisme di mana orang dapat mentransfer daya beli antarnegara, memperoleh atau menyediakan kredit untuk transaksi perdagangan internasioanal, dan meminimalkan kemungkinan resiko kerugian (exposure of risk) akibat terjadinya fluktuasi kurs suatu mata uang.

Mata uang asing atau valuta asing  atau valas merujuk pada mata uang atau devisa yang dibuat atau dikeluarkan oleh negara lain yang dapat diterima di dalam negeri. Mata uang asing tidak merupakan alat pembayaran yang sah di dalam negeri, namun dapat digunakan untuk membiayai transaksi ekonomi dan keuangan internasional. Mata uang asing akan mempunyai arti yang sebenarnya jika mata uang tersebut dapat diperdagangkan tanpa pembatasan. Dengan demikian mata uang asing dapat digunakan secara luas dan bebas dibanyak negara.

      Pengertian, Fungsi dan Jenis-Jenis Valuta Asing| Kali ini seputar pengertian valuta asing, fungsi valuta asing dan jenis-jenis valuta asing. Pengertian valuta asing (Valas) adalah Mata uang yang dapat dipakai atau mudah diterima oleh banyak negara dalam perdagangan internasional. Contohnya pernah kalian bertemu atau melihat wisatawan manca negara atau turis asing di tempat-tempat pariwisata di Indonesia ? tentu saja para turi asing tersebut memerlukan berbagai jasa dan barang selama tinggal di indonesia, seperti jasa hotel dan transportasi, pemandu wisata, hiburan dan lain-lainnya dalam memenuhi hal tersebut para turis asing pasti mengeluarkan uang untuk membayar semua itu, uang tersebut harus uang indonesia, dan begitu juga di luar negeri, jika kita melakukan kunjungan keluar negeri kita harus membayar berdasarkan mata uang negara tersebut.
Namun, dengan adanya valuta asing kita dapat membeli barang atau dapat memenuhi kebutuhan kita dinegara lain dengan menggunakan mata uang yang diterima dalam perdagangan internasional. Uang yang banyak diterima dalam perdagangan internasional adalah Dollar, dollar merupakan alat pembayaran internasional. Valuta asing merupakan bagian dari devisa, devisa adalah segala kekayaan suatu negara di luar negeri yang berwujud barang/jasa atau mata uang asing yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran luar negeri dan dapat diterima di dunia internasional. Devisa yang berwujud mata uang asing inilah yang disebut valuta asing. Valuta asing dapat dibeli dan ditukar di perusahan-perusahaan atau bank yang memperoleh izin jual beli valuta asing (valas). perusahaan yang digunakan untuk jual beli valas disebut dengan money changer.

Fungsi Valuta Asing
Valuta asing bagi setiap negara saat ini memiliki peran yang cukup besar dalam melakukan hubungan dengan luar negeri, terutama hubungan dagang atau perdagangan internasional. Adapun fungsi dari valuta asing antara lain dapat dipergunakan sebagai :...

    Alat Tukar Internasional : Valuta asing dapat dipergunakan sebagai alat perantara untuk mengadakan tukar-menukar barang atau jasa dengan negara lain. Contohnya, jika Indonesia mengimpor biji gandum dari Amerika Serikat maka pembayarannya tidak dilakukan dengan mata uang rupiah, tetapi menggunakan valuta asing (misalnya dengan Valas Dollar Amerika Serikat).
    Alat Pembayaran Internasional : Jika pemerintah mempunyai utang dari negara lain maka pembayaran cicilan utang dan bunganya harus dilakukan dengan valuta asing. Dalam hal ini valuta asing dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengadapakan pembayaran dengan negara lain.
    Alat Pengendali Kurs : Kurs sendiri dapat diartikan sebagai perbandingan nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain, dimana kurs mata uang suatu negara bisa menguat ataupun melemah.Valuta asing dapat digunakan sebagai dapat alat untuk mengendalikan kurs/nilai rupiah terhadap mata uang asing.
    Alat Memperlancar Perdagangan Internasional : Adanya valuta asing akan mempermudah dan memperlancar suatu negara dalam mengadakan perdagangan dengan negara lain. Valuta asing berfungsi sebagai alat tukar atau mempermudah perdagangan internasional. Tentunya jika tidak ada valuta asing maka perdagangan antarnegara akan mengalami kesulitan, karena perdagangan hanya dapat dilakukan dengan cara tukar-menukar barang dengan barang atau barter.

Jenis-Jenis Valuta Asing
Valuta asing dapat dibedakan jika ditinjau dari jenisnya yakni terbagi atas dua kelompok, antara lain..

    Valuta Asing Fisik : Valuta asing fisik adalah uang asing dalam pengertian uang asing yang sebenarnya artinya, uang asing dalam pengertian ini berbentuk uang kartal baik dalam bentuk coin (uang logam), uang kertas negara maupun uang kertas bank. Dalam jenis valuta asing fisik ini sama dengan pengertian uang kartal, valuta asing ini dapat dipakai dalam perdagangan internasional.
    Valuta Asing Non-Fisik : Valuta asing dalam bentuk surat-surat berharga/uang giral seperti dalam bentuk wesel, cek, travelers, cheque, internasional money order dan lain-lain.

Dilihat dari bentuknya, jenis valuta asing yang umum di jual belikan dapat dibedakan menjadi beberapa bagian antara lain...

    Mata Uang Asing : Mata uang asing seperti mata uang Euro Dollar, Yen Jepang, Dollar Amerika Serikat, Frank Swiss, Dollar Canada, Deutch Mark Jerman dan lain-lain
    Saldo Kredit : Saldo Kredit yang terdapat pada bank-bank devisa suatu negara di luar negeri
    Surat-surat Wesel Luar Negeri : Surat-surat wesel luar negeri ini dapat kita ketahui dengan contoh seperti berikut : ada seorang eksportir Indonesia menarik wesel atas Importir (dari negara lain).
    Hak-Hak Penerimaan Pembayaran : hak-hak penerimaan pembayaran dari penduduk negara dalam bentuk yang berbeda dengan tingkat likuiditas yang terbilang tinggi. 
Pengertian, Fungsi dan Jenis-Jenis Valuta Asing (Valas) 

Simbol dan ISO Code Valuta Asing.

Penentuan Notasi mata uang suatu negara didasarkan pada kesepakatan internasional melalui lembaga internasional yang disebut ISO dengan sertifikat ISO 4217. Notasi dan simbol mata uang berbagai negara dapat dilihat pada Tabel 1. di bawah. Notasi ditulis dengan tiga huruf, dua huruf pertama menunjukkan negara, satu terakhir adalah nama mata uangnya. Misal USD, dua huruf pertamanya adalah US, menunjukan negara Amerika, United State. Notasi mata uangnya adalah D yaitu Dollar.
Simbol Valuta Asing
Simbol Valuta Asing

Nama Khas Valuta Asing.

Selain penamaan resmi yang ditetapkan oleh ISO Code, mata uang asing memiliki nama khusus yang populer dikalangan pelaku pasar valuta asing. Seperti ditunjukkan pada Tabel 2. Mata uang Inggris, Poundsterling biasa disebut Cable, sedangkan untuk Dollar Australia biasa disebut Aussie.
Nama Khas Valuta Asing
Nama Khas Valuta Asing

Pasangan Valuta Asing, Currency Pairs.

Penulisan terhadap dua mata uang yang ditransaksikan menjadi suatu pasangan merupakan konvensi untuk menjamin keseragaman antara pelaku di pasar valuta asing. Mata uang yang ditulis pertama disebut sebagai mata uang utama atau Base Currency, dan mata uang yang ditulis dibelakangnya disebut mata uang lawan atau Counter Currency. Pasangan mata uang dikelompokan menjadi Mayor, Cross dan Minor.  Pada Bahasan ini hanya menggunakan istilah Mayor dan Cross.
Pasangan Mayor merupakan pasangan mata uang antara Dollar Amerika dengan mata uang lainnya seperti ditunjukkan pada Tabel di bawah. Pasangan GBP/USD menunjukkan dua mata uang yang saling dipertukarkan ketika melakukan transaksi di pasar valuta asing. Nasabah membeli Poundstreling Inggris dengan menyerahkan Dollar Amerika sebagai alat pembayarannya. Atau nasabah menjual Dollar Amerika dan menerima Poundsterling Inggris sebagai pertukarannya.
Mayor Currency Pairs
Mayor Currency Pairs
Pasangan Cross merupakan pasangan satu valuta asing non Dollar Amerika dengan valuta asing non Dollar Amerika lainnya, atau pasangan yang tidak melibatkan Dollar Amerika, seperti ditunjukkan pada Tabel di bawah. Pasangan GBP/JPY menunjukkan dua mata uang yang saling dipertukarkan ketika melakukan transaksi di pasar valuta asing. Ketika nasabah membeli Poundstreling Inggris, maka nasabah akan menyerahkan Yen Jepang sebagai alat pembayarannya. Sebaliknya ketika nasabah menjual Poundstreling Inggris, maka nasabah menerima Yen Jepang sebagai pertukarannya.
Cross Currency
Cross Currency Pairs

Fungsi Pasar Valuta Asing adalah :

[+] Transfer Daya Beli (Transfer of Purchasing Power)
Dalam perdagangan internasional hal ini sangatlah diperlukan, karena pada dasarnya untuk menjual atau membeli sebuah barang di luar negeri kita harus menggunakan mata uang yang berlaku di tempat tinggal atau negara suatu pihak.

[+] Penyediaan Kredit
Pengiriman barang antar negara dalam perdagangan internasional membutuhkan waktu, oleh karena itu haru ada suatu cara untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan pengiriman tersebut termasuk setelah barang sampai ke tempat tujuan yang basanya memerlukan beberapa waktu untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan pengiriman tersebut termasuk setelah barang sampai ke tujuan yang biasanya memerlukan beberapa waktu untuk kemudian dijual kepada pembeli.

[+]  Mengurangi Resiko Valas
Importir menghindari kemungkinan resiko yang tidak diperkirakan seperti perubahan kurs saat transaksi. Melalui sistem ini diharapkan untuk tidak memberikan dampak buruk terhadap besarnya keuntungan yang telah diperkirakan.


Siapa Para Pelaku Pasar Valuta Asing (Valas) ?

1. Dealer (Market maker)
Berfungsi sebagai pihak yang membuat pasar bergairah di pasa uang. Pada umumnya dealer mengkhususkan pada mata uang tertentu dan menetapkan tingkat persediaan tertentu pada mata uang tersebut.

2. Perusahaan atau Perorangan
Perusahaan ataupun individu juga dapat melakukan transaksi perdagangan valuta asing (valas). Pasar valuta asing pada umumnya dimanfaatkan untuk memperlancar transaksi bisnis. Contoh kasus dalam hal ini adalah eksportir, importir, investor internasional, perusahaan multinasional dan lain sebagainya.

3. Spekulan dan Arbitrator
Orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas. Peran spekulan dan arbitrator semata - mata didorong oleh motif mengejar keuntungan. Mereke justru menuai laba dari fluktuasi drastis yang terjadi di pasar valas.

4. Bank Sentral
Pada dasarnya Bank Sentral melakukan jual beli valuta asing untuk menstabilkan nilai tukar mata uangnya atau juga biasa disebut dengan istilah kegiatan intervensi.

5. Pialang
Bertindak sebagai perantara yang mempertemukan penawaran dan permintaan terhadap mata uang tertentu. Secara tidak langsung Pialang memiliki akses langsung dengan dealer dan bank di seluruh dunia.

6. Pemerintah
Adapun tujuan pemerintah melakukan transaksi valuta asing antara lain untuk membayar hutang luar negeri, menerima pendapatan dari luar neger yang harus ditukarkan lagi kedalam mata uang lokal.


Tujuan Melakukan Transaksi Valuta Asing (Valas)

Ada beberapa tujuan dalam melakukan transaksi valas, diantaranya adalah :
a. Untuk mempertahankan daya beli
b. Sebagai transaksi pembayaran
c. Pengiriman ke luar negeri
d. Mencari keuntungan

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Selasa, 02 Februari 2016

Artikel tentang Aliran Monetaris

Pendahuluan

Selama kurang lebih tiga dekade setelah perang dunia ke II, ajaran keyness mendominasi alam pikiran perumus kebijaksanaan-kebijaksanaan di negara barat. Dan bahkan juga mengalir kenegara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pada tahun 50an dan 60an kebanyakan ekonom percaya bahwa boom dan depresi merupakan penyakit masa lampau yang tak perlu dikhawatirkan akan muncul lagi, misalnya kalau output rendah dan orang akan banyak yang menganggur, maka keynesian menganjurkan ditingkatkan nya pengeluaran pemerintah untuk proyek-proyek padat karya. Pada tahun 60-an, orang percaya bahwa ada hubungan terbalik antara inflasi dengan tingkat pengangguran, artinya jika tingkat pengangguran tinggi maka tingkat inflasi rendah (sesuai teori phillips). Tetapi terjadi gejala-gejala ekonomi (tahun 70-an) tidak singkron dengan anggapan tersebut. Pada waktu itu harga menunjukan kecenderungan peningkatan yang sangat tinggi didorong oleh meningkatnya harga minyak tahun 73/74. pada saat terjadi peningkatan harga-harga tersebut pengangguran malah mengalami peningkatan.
Dengan demikian teori keynassian yang menyatakan bahwa selama masih banyak pengganguran maka selama itu pula pengeluaran masyarakat (publik spending) dapat ditingkatkan tanpa menimbulkan inflasi, tidak lagi menunjukan kebenaran yang realistis. Nyatanya kegiatan yang diarahkan untuk menurunkan inflasi pada tahun 70-an telah menyebabkan tingginya angka pengangguran, dan usaha untuk menguranginya dengan menambah pengeluaran pemerintah malah semakin memperparah inflasi.
Bahkan waktu itu terjadi dua kali resesi yang sangat tajam pada tahun 74 dan 82, tingkat harga-harga tidak turun, padahal sesuai dengan teori yang dianut saat itu, waktu terjadi resesi dan depresi seharusnya menyebabkan tersendat-sendatnya perekonimian yang di iringi oleh turunnya harga-harga secara umum. Karena yang terjadi dalam kenyataan sudah sering tidak sama dengan yang seharusnya yang terjadi, menurut resep keynes, maka sejak saat itu ajaran-ajaran keynes terpaksa ditinjau kembali. Bahkan didiskreditkan!

A. kritikan terhadap kebijaksanaan intervensi keynesian
Ada beberapa pandangan keynes yang tidak disukai pakar-pakar ekonomi, terutama pandangannya tentang perlunya campur tangan pemerintah dalam mengarahkan dan membimbing perekonomian pada arah yang diinginkan. Kritik paling vokal datang dari pakar-pakar ekonomi neo-klasik konservatif. Mereka dapat dibagi atas dua golongan yaitu: golongan tua dan golongan muda. golongan tua: dapat disebutkan beberapa nama seperti Menger, friedrich august von hayek dan ludwig von mises (semuanya dari austria), wilhelm ropke, lionel robbins (dari inggris). Semuanya mencela kebijaksanaan campur tangan pemerintah keynes sama kerasnya dengan celaan mereka dengan paham sosialisme.
Celaan paling keras datang dari kelompok libertarian. Mereka ini menempatkan kebebasan individu diatas segala-galanya, dan melihat bahwa intervensi pemerintah dalam bentuk apapun merupakan ancaman bagi individu. Ini diwakili oleh pendapat friedrich von hayek yang tertuang dalam bukunya The road to serfdom (1944) ”sekali pemerintah melakukan intervensi pasar ini akan mengarah pada sosialisme, yang akhirnya akan menyebabkan kekurangan kebebasan”. Lebih jauh hayek menyatakan ”orang bisa percaya bahwa ia bisa bebas, tetapi dalam kenyataan kebebasan telah hilang karena pikiran tiap orang telak dicekoki oleh pemerintah, dan apa-apa yang diinginkan oleh mereka harus disesuaikan dengan apa yang diinginkan oleh pemerintah”.
Dari golongan muda muncul milton friedman dari universiti of chicago. Tetapi berbeda dengan tokoh tua libertarians yang sama sekali tidak menginginkan campur tangan pemerintah, dia melihat peran pemerintah dalam batas tertentu justru diperlukan untuk menciptakan suatu perekonomian dimana pasar bebas dapat berfungsi dengan lebih baik. Walaupun sedikit campur tangan pemerintah diperlukan, tetapi dia tidak suka dengan terlalu banyak kebijaksanaan, karena bisa menimbulkan berbagai kerugian.

B. pokok-pokok aliran monetaris
ketidak berhasilan ajaran keynesian dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, melahirkan suatu aliran baru yang disebut aliran monetaris, yang mengutamakan kebijaksanaan moneter dalam mengatasi kemelut ekonomi waktu itu. Istilah ini pertamakali digunakan oleh karl brunner. Pada prinsipnya aliran monetaris mengajukan proposisi bahwa perkembangan (kejutan) moneter merupakan unsur yang penting dalam perkembangan produksi, kesempatan kerja, dan harga-harga. Bahwa pertumbuhan jumlah uang beredar merupakan unsur yang paling dapat diandalkan dalam perkembangan moneter.
Penekanan pokok pandangan monetaris terletak pada stok uang, sebagaimana dijelaskan friedman dalam tulisannya: a theoritical framework for monetary analysis (1970). Perubahan dalam jumlah uang beredar sangat besar pengaruhnya pada tingkat inflasi dalam jangka panjang dan perilaku GNP riildalam jangka panjang. Dia selalu menekankan bahwa perilaku dalam pertumbuhan jumlah uang beredar akselerasi dan deselerasi sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi.
Dari hasil studi historisnya ia menyimpulkan bahwa, secara umun laju pertumbuhan uang yang tinggi akan menyebabkan terjadinya booms dan inflasi, sedang penurunan dalam laju pertumbuhan uang dapat menimbulkan resesi dan bahkan juga deflasi.

C. tokoh-tokoh aliran monetaris
sebetulnya aliran monetaris ini sudah muncul sejak lama, manun baru diperhatikan setelah terjadinya kasus membumbungnya inflasi yang dibarebgi dengan tingginya tingkat pengangguran pada tahun 1970-an. Tokoh utamanya adalah Milton Friedman (1912).
Pandangan-pandangannya dapat diikuti dalam berbagai buku, juranl serta artikel-artikel populer dimajalah atau koran-koran Amerika buku-buku penting yang ditulisnya antaralain: taxing to prevent inflatoin (1943), a theoty of consumption function (1957), dan lain-lain. (silahkan lihat dibuku).
Tetapi bukan berarti ia adalah tokoh satu-satunya. Tokoh lain yang dianggap sealiran atau pendukungnya antara lain: Karl brunner (university of rochester)Allan meltzer dan bennet McCallum (carnegi mellon), thomas mayer (univ of california, Davis), phillip cagan (columbia Univ), david Laidler dan michael parkin (univ of western ontario), dan william poole (brown Univ).

D. perbedaan monetaris dan Keynesian
dalam melihat perekonomian secara agregat, kubu Keynesian percaya bahwa perekonomian cenderung pada posisi keseimbangan tingkat output rendah. Ini terjadi karena pengeluaran agregat cenderung kecil dari penerimaan agregat, dan kurang ampuhnya mekanisme pasar dalam melakukan penyesuaian yang diperlukan, terutama tinggkat harga dan tingkat upah. Hal ini bisa terjadi karena adanya kekuatan serikat buruh dan praktek oligopolistik dari perusahaan.
Dalam hal ini kubu monetaris mengkritik bahwa ada kekuatan pasar yang tidak di ikutkan dari model yang dikembangkan oleh keynesian. Dua dari kekuatan tersebut adalah turunnya suku bunga akan mendorong investasi dan turunnya tinggkat harga akan mendorong konsumsi melalui apa yang disebut pigou effect. Bagi kubu monetaris perekonomian cenderung berada dalam posisi keseimbangan, dimana sumberdaya digunakan penuh.
Karena perbedaan cara pandang diatas, maka implikasi kebijaksanaan dari kedua kubu tersebut juga berbeda. Misalnya dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan dalam mengatasi pengangguran, kubu keynesian lebih menyukai kebijaksanaan fiskal yang lebih ekspansif. Sebaliknya kubu monetaris lebih menyukai kebijaksanaan yang kontraktif. Campur tangan pemerintah dalam meningkatkan output dengan menggunakan kebijaksanaan fiskal tidak disukai friedman.
Antra kedua kubu ini juga berbeda dalam melihat penyebab terjadinya fluktuasi ekonomi. Karena terjadinya perubahan dalam faktor yang menentukan pendapatan nasional seperti pengeluaran pemerintah, investasi dan konsumsi masyarakat. Sebaliknya menurut kubu monetaris fluktuasi ekonomi terjadi karena terjadinya pelonjakan dalam jumlah uang beredar, disebabkannya adanya kebijaksanaan-kebijaksanaan yang bersifat ekspansif dari pemerintah.
Dari perbedaan dalam melihat perekonomian secara agregat, maka kedua kubu ini juga sangat berbeda dalam dalam penggunaan kebijaksanaan ekonomi. Misalnya dalam menghadapi inflasi, ada perbedaan yang sangat tajam antara kedua kubu ini, kubu keynesian menganggap inflasi terjadi karena penurunan agregat terlalu besar. Dengan demikian kebijaksanaan yang ditawarkan adalah mengurangi pengeluaran agregat itu sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan mengurangi pengeluaran pemerintah atau dengan meningkatkan pajak, kebijaksanaan moneter pun juga bisa dilakukan yaitu dengan kebijaksanaan uang ketat. Kubu keynesian tidak melihat konflik antra kebijaksanaan fiskal dan moneter. Keduanya dianggap sebagai komplemen. Dalam praktek keynesian sering menggunakan kebijaksanaan fiskal, dengan alasan kebijaksanaan ini lebih ampuh dalam mengatasi resesi.
Sebaliknya monetaris menganggap inflasi terjadi karena jumlah uang beredar terlalu banyak, maka harga-harga akan naik, cara yang dianjurkan kaum monetaris dalam menghadapi inflasi adalah dengan mengurangi jumlah uang beredar itu sendiri. Monetaris percaya bahwa kebijaksanaan moneter lebih berdampak dari fiskal, ini didasarkan pada kepercayaan bahwa perubahan dalam jumlah uang beredar akan menyebabkan perubahan yang paling besar pula padatingkat suku bunga dan pendapatan nasional.
Perbedaan lain dalam dua kubu ini adalah mengenai jangka waktu analisis, keynesian tidak terlalu memperhatikan analisis jangka panjang, tapi monetaris dampak jangka panjang harus diperhatikan untuk mengetahui kekuatan pasar.

Diskusi;
karena kegagalan kubu keynesian dalam menghadapi gejala-gejala ekonomi (tahun 70-an). Pada waktu itu harga menunjukan kecenderungan peningkatan yang sangat tinggi didorong oleh meningkatnya harga minyak tahun 73/74. pada saat terjadi peningkatan harga-harga tersebut pengangguran malah mengalami peningkatan. teori keynassian yang menyatakan bahwa selama masih banyak pengganguran maka selama itu pula pengeluaran masyarakat (publik spending) dapat ditingkatkan tanpa menimbulkan inflasi, tidak lagi menunjukan kebenaran yang realistis. Nyatanya kegiatan yang diarahkan untuk menurunkan inflasi pada tahun 70-an telah menyebabkan tingginya angka pengangguran, dan usaha untuk menguranginya dengan menambah pengeluaran pemerintah malah semakin memperparah inflasi. maka sejak saat itu ajaran-ajaran keynesian terpaksa ditinjau kembali. Bahkan didiskreditkan!
ketidak berhasilan ajaran keynesian dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, melahirkan suatu aliran baru yang disebut aliran monetaris, yang mengutamakan kebijaksanaan moneter dalam mengatasi kemelut ekonomi waktu itu. Istilah ini pertamakali digunakan oleh karl brunner. Pada prinsipnya aliran monetaris mengajukan proposisi bahwa perkembangan (kejutan) moneter merupakan unsur yang penting dalam perkembangan produksi, kesempatan kerja, dan harga-harga. Bahwa pertumbuhan jumlah uang beredar merupakan unsur yang paling dapat diandalkan dalam perkembangan moneter.
secara keseluruhan harus diakui bahwa pengaruh pandangan friedman dalam perekonomian sangat besar, hal ini dapat dilihat dari diadopsinya kebijaksanaan moneter baru oleh pemerintah amerika serikat (1979). Pengaruh friedman juga dirasakan diindonesia dilihat dari kebijaksanaan deregulasi dan debirokrasi, yang pada intinya mengurangi cengkraman pemerintah yang kelewat besar dalam perekonomian indonesia. Begitu juga dakam menghadapi inflasi tahun 93 dan 94.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :