Jumat, 15 Maret 2013

Proposal Usaha Pecel Lele

          Ikan lele merupakan salah satuikan yang tergolong murah dan mudah untuk didapatkan, hampir di seluruh wilayah Indonesia memiliki potensi untuk budidaya ikan lele. Kemudahan dan kemurahan harga yang dimiliki ikan tersebut, menjadi salah satu daya tarik ikan lele di kalangan masyarakat umum. Ikan lele dapat diolah menjadi berbagai menu makanan, namun menu ikan lele yang paling populer adalah menu pecel lele.
Konsumen
Menu masakan pecel lele memang sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat. Baik dari kalangan bawah, menengah, hingga kalangan atas pun banyak yang menyukai menu yang satu ini. Harganya yang relatif murah, menjadikan menu pecel lele sebagai santapan para mahasiswa hampir setiap malam.
Info Produk
Pecel lele merupakan menu yang terdiri dari perpaduan antara ikan lele yang digoreng garing lalu disajikan dengan sambal dan lalapan, biasanya lalapan yang digunakan antara lain timun, kubis, kemangi, serta ada juga yang menambahi kacang panjang sebagai lalapan tambahan. Sambal yang disajikan pun terkadang bervariasi, ada yang menggunakan sambal dengan tambahan mete, sambal bawang, sambal lombok ijo, sambal terasi, serta sambal tomat. Harga yang ditawarkan untuk seporsi lele lengkap dengan lalapannya, sekitar Rp 7.000,00. Untuk variasi menu seperti pecel telur, dihargai Rp 4.500,00 dan untuk pecel ayam biasa dijual dengan harga Rp 8.000,00.

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat akan menu tersebut, kini warung tenda pecel lele telah menjamur dan tersebar di pinggir – pinggir jalan baik di perkotaan maupun di daerah pinggiran. Selain rasanya yang nikmat, menu pecel lele juga memiliki harga yang relatif murah. Maka tak heran lagi jika menu ini diminati banyak konsumen, serta sering dijadikan pilihan menu makan malam oleh anak – anak kost.
Pemasaran
Promosi yang biasa digunakan untuk peluang bisnis warung pecel lele, adalah penggunaan spanduk yang bertuliskan nama usaha dan jenis menu yang ditawarkan. Untuk menarik minat konsumen, spansuk juga dilengkapi dengan gambar produk seperti gambar ikan lele atau ayam. Disamping itu pemasaran lebih menonjolkan kualitas rasa pecel lele, dan pelayanan yang cepat dan ramah sehingga para pelanggan merasa puas dan akan mempromosikan dari mulut ke mulut kepada orang lain.
Kelebihan usaha
Dari jaman dulu sampai jaman modern yang penuh dengan menu makanan yang lezat, menu pecel lele masih diminati banyak konsumen. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pelaku bisnis ini, karena menu pecel lele selalu dicari masyarakat Indonesia. Baik di kota besar maupun di daerah – daerah, minat pasar akan pecel lele masih sangat besar. Disamping itu untuk membuka usaha ini, tidak membutuhkan modal yang tidak terlalu besar. Sehingga dapat dijalankan oleh para pencari usaha yang modalnya minim.
Kekurangan usaha
Mudahnya menjalankan bisnis pecel lele, membuat usaha ini banyak ditemukan hampir di semua tempat. Hal ini menyebabkan persaingan usaha tersebut semakin tinggi.
Kunci Sukses
Untuk memenangkan persaingan pasar, usahakan untuk tetap menjaga cita rasa masakan Anda. Sambal merupakan faktor penting dalam menu pecel lele, untuk itu jaga cita rasa sambal Anda. Karena kebanyakan usaha pecel lele yang sukses, karena mereka memiliki rasa sambal yang lezat. Selain itu untuk memberikan inovasi, Anda dapat menciptakan menu baru seperti lele krispi untuk menarik minat para konsumen.
Siapa sangka, jika hanya dengan bisnis rumahan yang dianggap kecil ini pun mampu menghasilkan keuntungan yang cukup besar per harinya. Bagi yang ingin membuka peluang sukses dengan bisnis rumahan, berikut kami berikan analisis ekonomi untuk membuka usaha pecel lele.



Analisa Ekonomi

Modal awal
Bahan baku                                     Rp   400.000,00
Gerobak Tenda                                Rp   600.000,00
Peralatan                                        Rp   500.000,00
Sewa Tempat / bulan                       Rp   300.000,00
Lain – lain                                       Rp    25.000,00 +
Jumlah                                            Rp 1.825.000,00

Biaya Operasional / hari
Pembelian bahan baku ( lele, lalapan, beras, bumbu, dll )               Rp 250.000,00
Gas Elpiji                                      Rp  13.000,00
Lain – lain                                     Rp  25.000,00+
Jumlah                                          Rp 288.000,00

Pemasukan
Omset/ hari      : 50 porsi x Rp 7.000,00  =     Rp 350.000,00

Laba bersih / hari
( Rp 350.000,00 - Rp 288.000,00 )                  Rp 62.000,00

Laba bersih / bulan
Rp 62.000,00 x 30 hari =                            Rp 1.860.000,00

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar