MAKALAH KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Allah karena atas karunia-Nya makalah ekonomi ini telah disusun
secara serentak. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu baik secara lisan maupun secara tulisan.
Makalah
ekonomi ini ditulis berdasarkan apa yang sudah diterangkan dan didiskusikan
dengan menggunakan pendekatan komunikatif dan ketrampilan proses. Dengan
demikian tujuan merangkum makalah ini merupakan ketrampilan siswa SMU Muhammadiyah
2 Sidoarjo Kelas III IPS-1.
Kiranya
tidak berlebihan jika makalah ini jadi pegangan setiap kelompok dengan materi
yang lengkap, penyajian yang runtut dan bahasa yang sederhana, diharapkan dapat
membantu dan menguasai materi yang ada di dalam makalah ini sehingga siswa
dengan mudah belajar dan proses belajar mengajar berjalan dengan baik.
Kami telah
berusaha sesempurna mungkin menulis buku ini tetapi “Tiada gading yang tak
retak”, untuk itu saran, kritik, maupun komentar yang ditujukan demi perbaikan makalah
ini sangat kami harapkan. Semoga makalah ini berguna bagi kita semua terutama
anak SMU Muhammadiyah 2 Sidoarjo.
Sidoarjo,
Desember 2005
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.............................................................................................
i
DAFTAR
ISI...........................................................................................................
ii
PENDAHULUAN..................................................................................................
iii
Kerjasama Ekonomi
Internasional..................................................................
1
1. Bentuk
Kerjasama
Internasional................................................................ 1
2. Badan
Kerjasama Ekonomi Internasional................................................
2
3.
Pengertian Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas.................... 8
4. Dampak
Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas......................... 9
5. Integrasi
Ekonomi.........................................................................................
10
DAFTAR
PUSTAKA.............................................................................................
13
PENDAHULUAN
Semua negara
di dunia ini tidak dapat berdiri sendiri. Perlu kerjasama dengan negara lain
karena adanya saling ketergantungan sesuai dengan kebutuhan negara
masing-masing. Kerjasama dalam bidang ekonomi dapat dijalin oleh suatu negara
dengan satu atau lebih negara lainnya. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan bersama.
Hubungan
kerjasama antar negara dapat mempercepat proses perkembangan ekonomi. Hal ini
sangat dirasakan sekali pentingnya bagi negara-negara yang sedang berkembang
seperti Indonesia. Kerjasama negara-negara maju dapat membahas masalah-masalah
bidang tertentu.
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
1. Bentuk
Kerjasama Internasional
- Bilateral
Kerjasama
bilateral adalah bentuk kerjasama ekonomi yang dilakukan oleh dua negara.
Misalnya kerjasama ekonomi Indonesia dengan Malaysia. Kerjasama bilateral yang
diputuskan secara sepihak, pemutusannya disebut secara unilateral.
- Multilateral
Kerjasama
multilateral adalah bentuk kerjasama ekonomi antara beberapa negara, dimana
yang tergabung dalam kerjasama itu saling membantu di bidang ekonomi, misalnya
ASEAN.
- Regional
Kerjasama
regional adalah bentuk kerjasama ekonomi dari negara-negara kawasan/daerah
tertentu, yang bertujuan menjamin kepentingan ekonomi negara-negara satu
kawasan.
- Antar Regional
Kerjasama
antar regional adalah bentuk kerjasama ekonomi antar regional yang satu dengan
regional lainnya. Bertujuan menjamin kepentingan ekonomi antara dua kawasan,
misalnya ASEAN dengan MEE.
- Internasional
Kerjasama
internasional adalah bentuk kerjasama ekonomi yang mencakup banyak negara dan bernaung
di bawah satu bendera PBB. Kerjasama ini bertujuan saling membantu di bidang
ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Misalnya IMF, WTO, dan
lain-lain.
2. Badan
Kerjasama Ekonomi Internasional
- ASEAN (Association of South East Asian Nations)
1) Sejarah
ASEAN
ASEAN adalah
organisasi regional dari negara-negara Asia Tenggara. Organisasi ini didirikan
pada tanggal 8 Agustus 1967 pada saat ditanda-tanganinya “Deklarasi Bangkok”
oleh empat menteri luar negeri dan seorang wakil perdana menteri yaitu :
1. Adam
Malik : Menteri Luar Negeri Indonesia
2. S.
Rajaratnam : Menteri Luar Negeri Singapura
3. Tun Abdul
Razak : Wakil Perdana Menteri Malaysia
4. Narsisco
Ramos : Menteri Luar Negeri Filipina
5. Thanat
Khoman : Menteri Luar Negeri Thailand
Dengan
persetujuan kelima negara anggota ASEAN maka Brunei Darussalam diterima menjadi
anggota ASEAN yakni pada tanggal 7 Januari 1984. Setelah itu, Vietnam secara
resmi diterima sebagai anggota ke-7 pada tanggal 28 Juli 1995 dan menyusul Laos
serta Myanmar yang masuk menjadi anggota tahun 1997. Hal yang mendorong
didirikannya ASEAN adalah untuk menghadapi perluasan pengaruh negara-negara
besar terutama negara adi kuasa. Untuk itu perlu diciptakan stabilitas dan
ketahanan nasional tiap-tiap negara di kawasan Asia Tenggara melalui kerjasama
di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
2) Tujuan
ASEAN
1. Untuk
mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, perkembangan kebudayaan
melalui usaha bersama masyarakat Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
2. Mendorong
perkembangan perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara.
3.
Meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu di bidang sosial,
ekonomi, kebudayaan, teknologi, dan administrasi.
4.
Menciptakan usaha-usaha yang efektif guna meningkatkan pemanfaatan dalam bidang
pertanian, industri, perdagangan, termasuk perdagangan internasional, perbaikan
sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi.
5.
Mempertinggi taraf hidup masyarakat di wilayah Asia Tenggara.
- OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries)
Organisasi
negara pengekspor minyak didirikan 14 September 1960 di Baghdad atas prakarsa
negara : Irak, Iran, Kuwait, Saudi Arabia, dan Venezuela. Markas besar OPEC di
Wina, Austria. Indonesia menjadi anggota OPEC tahun 1962.
1) Tujuan
OPEC
Sebagai wadah kerjasama
negara-negara penghasil dan pengekspor minyak, organisasi ini bertujuan :
1. Menjaga
kestabilan harga minyak di pasar internasional.
2. Menaikkan
pendapatan negara anggota dari sektor minyak bumi.
3.
Menghindarkan persaingan sesama negara anggota OPEC.
4.
Mengusahakan untuk memenuhi kebutuhan minyak dunia.
2) Anggota
OPEC
Negara-negara anggota OPEC :
1. Arab
Saudi 8. Nigeria
2. Aljazair
9. Gabon
3. Irak 10.
Persatuan Emirat Arab
4. Iran 11.
Venezuela
5. Indonesia
12. Qatar
6. Kuwait
13. Brunei
7. Libya
Bahan bakar
minyak semakin lama akan semakin berkurang. Oleh karena itu, setiap negara akan
berusaha untuk menghemat pemakaian bahan bakar dan juga berusaha untuk mencari
bahan penggantinya.
- WTO (World Trade Organization)
WTO adalah
organisasi perdagangan dunia yang ditransformasikan dari GATT (General
Agreement of Tariff and Trade). GATT dibentuk di Jenewa, Swiss pada tahun
1947 dalam konferensi yang diselenggarakan PBB dan diikuti oleh 23 negara.
Indonesia masuk menjadi anggota GATT pada tahun 1950. GATT bertujuan untuk
mengadakan pengurangan tarif untuk barang-barang tertentu yang dapat merintangi
perdagangan internasional. Dalam pelaksanaannya badan ini berasaskan :
1. The
most favour nation; maksudnya ialah bahwa setiap fasilitas yang diberikan
suatu negara kepada negara lain, harus diberikan juga kepada semua negara
anggota GATT.
2. Reciprocity;
memberikan kemudahan-kemudahan kepada negara lain sehingga terjadi kerjasama
yang saling menguntungkan.
3. Nondiscrimination;
setiap barang impor yang masuk ke suatu negara harus diperlakukan sama dengan
barang domestik.
- IMF (International Monetary Fund)
IMF atau
Dana Moneter Internasional didirikan pada tanggal 27 September 1945 sebagai
hasil konferensi di Breton Words, Amerika Serikat. Markas besar IMF di
Washington DC, AS. Tujuan IMF tercantum dalam Articles of Agreement,
yaitu :
1. Membantu
negara-negara anggota memperbaiki neraca pembayaran yang tidak seimbang dengan
jalan penyediaan dana.
2. Membantu
memperluas perdagangan internasional dan perekonomian negara-negara anggota.
3. Menjadi
pusat pertemuan dan perundingan untuk mencapai kerjasama internasional dalam
hal keuangan.
4.
Mengusahakan kestabilan kurs.
5.
Memberikan bantuan kredit kepada negara-negara anggota yang mengalami kesulitan
pembayaran luar negeri.
- Bank Dunia (World Bank)
Bank Dunia
adalah salah satu badan keuangan internasional yang memberikan bantuan kepada
negara-negara untuk perbaikan dan pengembangan usaha-usaha seperti : industri,
pertanian, perhubungan atau jalan raya. Bank Dunia merupakan saluran dana bagi
negara kreditor (negara kaya) untuk membantu meningkatkan kemakmuran/kemajuan
sosial ekonomi bagi negara berkembang. Prioritasnya adalah mendorong
peningkatan produktivitas negara-negara debitor (penerima pinjaman). Bank Dunia
mengeluarkan obligasi yang ditawarkan kepada bank-bank sentral dengan tujuan
memperbesar modal bank dan menjual obligasi kepada negara-negara anggota.
Indonesia merupakan salah satu penerima bantuan dari Bank Dunia yang
dipergunakan untuk pengembangan berbagai proyek.
- UNDP (United Nation Development Program)
UNDP adalah
suatu badan PBB yang memberikan sumbangan untuk membiayai survei jalan di
Indonesia. Dana UNDP diperoleh dari sumbangan negara-negara : USA, Denmark,
Kanada, Belanda, Inggris, dan Perancis. Pada tahun 1970 – 1983 UNDP memberikan
bantuan kepada Indonesia sebesar US$ 74.2 juta sebagai program kerjasama teknik
UNDP.
- MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa)
MEE adalah
suatu wadah kerjasama regional untuk kawasan Eropa Barat. Kerjasama ini
didirikan pada tanggal 1 Januari 1958 di Roma (Italia) oleh beberapa negara
yaitu : Italia, Perancis, Inggris, Belgia, Irlandia, Luxemburg, dan Denmark.
Tujuan utama dari MEE adalah untuk menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan
secara bertahap, baik sesama anggota MEE maupun negara Eropa Barat yang tidak
termasuk daerah perdagangan bebas Eropa. Sementara itu, MEE telah mencapai
persetujuan perdagangan dengan sebagian besar negara di Lautan Tengah yang
bukan anggota MEE. Dalam rangka kerjasama masyarakat Eropa, telah dikembangkan
konsep “Pasar Tunggal Eropa”.
- AFTA
AFTA adalah
kerjasama ekonomi intra ASEAN, yang pertama kali dicetuskan dalam KTT ASEAN
ke-4 di Singapura tanggal 27-28 Januari 1992, tetapi secara resmi dimulai 1
Januari 1993. AFTA beranggotakan 7 negara anggota ASEAN. Kepala-kepala
negara/pemerintahan negara ASEAN menyepakati suatu kerangka persetujuan
mengenai peningkatan kerjasama ekonomi ASEAN yang berfungsi sebagai pelindung
bagi segala kerjasama ekonomi ASEAN di masa datang. Dengan AFTA diharapkan negara
anggota lebih meningkatkan perdagangan dan spesialisasi dalam intra ASEAN. Di
samping itu, juga meningkatkan investasi dalam kegiatan produksi barang dan
jasa antar anggota ASEAN.
- NAFTA (North American Free Trade Area)
NAFTA adalah
badan kerjasama ekonomi negara-negara Amerika Utara, yang didirikan pada
tanggal 12 Agustus 1992. Anggota-anggotanya adalah Amerika Serikat, Kanada, dan
Meksiko.
NAFTA
bertujuan membentuk kawasan perdagangan bebas di daerah Amerika Utara. Kendala
utama untuk mewujudkan perdagangan bebas di Amerika Utara adalah karena tingkat
pertumbuhan ekonomi antara Amerika Serikat dan Meksiko sulit untuk mewujudkan
perdagangan bebas dengan persaingan yang sehat. Peluang bagi Meksiko hanyalah
ekspansi tenaga kerja ke Amerika Serikat.
- APEC (Asia Pacific Economic Corporation)
APEC adalah
sarana kerjasama ekonomi negara-negara Asia Pasifik yang dibentuk pada bulan
November 1989 di Canberra, Australia atas usul Perdana Menteri Australia Bob
Hawke. Prinsip dasar pembentukan APEC adalah sebagai forum konsultasi dalam
memecahkan masalah ekonomi, perdagangan, dan investasi anggotanya.
Keanggotaan
APEC terdiri dari 18 negara yaitu : Amerika Serikat, Australia, Kanada,
Meksiko, Cina, Jepang, Brunei Darussalam, Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia,
Papua Nugini, Thailand, Singapura, Indonesia, Selandia Baru, Filipina, Chili,
dan Taiwan.
Tujuan APEC
adalah untuk meningkatkan kerjasama ekonomi di kawasan Asia Pasifik, terutama
di bidang perdagangan dan investasi.
Badan-badan yang mengatur APEC
adalah :
1. KTM :
Konferensi Tingkat Menteri
2. SOM :
Senator Official Meeting
3. CTI :
Komite Perdagangan dan Investasi
4. BAC :
Komite Anggaran dan Administrasi
5. ETI :
Kelompok Ad Hoc mengenai Kelompok Kerja
Tanggal 15
November 1994 diselenggarakan pertemuan KTT II APEC di Bogor, Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh 18 kepala negara/pemerintahan anggota APEC.
Pada pertemuan tersebut dihasilkan Deklarasi Bogor (Bogor Declaration).
Negara-negara anggota APEC telah mencanangkan liberalisasi perekonomian (perdagangan
tanpa hambatan) yang akan dilaksanakan paling lambat tahun 2020 untuk
negara-negara berkembang dan tahun 2010 untuk negara-negara maju.
APEC
diperkirakan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini mengingat
besarnya peranan kawasan Asia Pasifik sebagai negara tujuan ekspor produk
Indonesia, sumber prestasi, dan sumber wisatawan.
3.
Pengertian Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas
Globalisasi
adalah paham kebijaksanaan nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai
lingkungan yang pantas untuk pengaruh politik. Hal ini senada dengan yang
dihadapi masyarakat dunia untuk mencapai tujuan yang menggembirakan sekaligus
mengkhawatirkan. Globalisasi ekonomi adalah suatu paham nasionalisme yang
menganggap seluruh dunia sebagai suatu lingkungan ekonomi. Paham ini timbul
karena revolusi informasi yang menyebabkan dunia menyatu. Globalisasi ekonomi
memandang dunia sebagai satu kesatuan ketika sisi perdagangan dan investasi
bergerak bebas menuju liberalisasi perdagangan dan investasi dunia secara
menyeluruh.
Perdagangan
bebas (free trade) adalah sistem perdagangan dan investasi bebas di
seluruh dunia. Bisnis finansial dunia berlangsung 24 jam penuh dengan sistem online
yang memungkinkan melakukan transaksi secara cepat dan efisien.
Pada sistem
perdagangan bebas semua hambatan perdagangan internasional dan investasi
dihapuskan. Landasan kerjanya adalah yang kuat membantu yang lemah.
Pada perdagangan
bebas perlu dikembangkan sikap kemitraan yang setara dan saling menghormati
antar negara, apakah itu negara maju maupun negara berkembang, agar kerjasama
ekonomi saling menguntungkan.
Bagi negara
maju (kaya) membantu negara yang masih lemah ekonominya, tetapi bukan berarti
negara yang lemah terus-menerus menggantungkan diri kepada yang kaya. Negara
lemah harus berusaha meningkatkan kemampuan agar kesejahteraan rakyatnya
tercapai/terpenuhi.
4. Dampak
Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas
Dengan adanya
proses globalisasi dan perdagangan bebas akan berpengaruh terhadap perekonomian
setiap negara termasuk Indonesia. Indonesia pada prinsipnya harus siap
menghadapi berlakunya perdagangan bebas.
- Dampak Positif
1. Mendorong
pengusaha untuk lebih maju karena kan bersaing di tingkat regional maupun
internasional.
2.
Memperluas penciptaan kesempatan kerja yang dapat meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan masyarakat.
3.
Meningkatkan kegiatan ekonomi melalui investasi langsung, usaha patungan, dan
kredit.
4. Meningkatkan
devisa negara melalui peningkatan perdagangan internasional.
5. Dapat
membuka peluang baru berupa tersebarnya pasar yang berskala lebih luas.
- Dampak Negatif
1.
Persaingan yang tidak seimbang antara negara maju dan negara berkembang, dapat menghambat
perkembangan ekonomi nasional.
2. Akibat
persaingan yang tidak seimbang, negara berkembang semakin ketinggalan dan
tergantung kepada negara-negara maju.
3. Masuknya
teknologi canggih yang sebetulnya belum dibutuhkan negara berkembang.
Untuk menghindari
dampak negatif bagi negara berkembang, prinsip kemitraan dan saling menghormati
harus benar-benar ditegakkan.
5. Integrasi
Ekonomi
Integrasi
ekonomi terjadi apabila beberapa negara yang berada dalam satu wilayah
memutuskan untuk menciptakan perdagangan bebas di antara sesama negara anggota
dan menetapkan tarif yang sama terhadap impor barang-barang produksi
negara-negara lain yang bukan merupakan anggota. Beberapa jenis integrasi
ekonomi yang terdapat saat ini diantaranya adalah daerah perdagangan bebas (free
trade area), perserikatan pabean (customs union), pasar bersama (common
market), dan kesatuan ekonomi (economic union). Berbagai jenis
integrasi ekonomi tersebut akan dibahas dibawah ini :
- Daerah Perdagangan Bebas
Daerah atau
kawasan perdagangan bebas terjadi jika sekelompok negara sepakat untuk
menghapuskan berbagai hambatan perdagangan, seperti tarif dan kuota, antar
sesama negara anggota. Meskipun demikian, masing-masing negara tetap memiliki
dan memberlakukan berbagai hambatan terhadap negara-negara bukan anggota
kawasan tersebut.
Contoh
daerah perdagangan bebas adalah The European Free Trade Area (EFTA) yang
dibentuk tahun 1960 dan menghasilkan konvensi Stockholm. Konvensi tersebut
menciptakan Daerah Perdagangan Bebas Eropa antar tujuh negara, yaitu Austria,
Denmark, Norwegia, Portugal, Swedia, Swiss, dan Inggris. Hambatan antar
negara-negara ini dapat dihilangkan secara bertahap dalam tahun 1960 sampai
dengan tahun 1966. Setelah itu, Finlandia bergabung pada tahun 1961 dan
Islandia tahun 1977.
Di wilayah
Asia Tenggara, negara-negara ASEAN mencetuskan kawasan perdagangan bebas yang
dikenal dengan nama ASEAN Free Trade Area (AFTA). AFTA dibentuk pada
awal tahun 1993 oleh tujuh negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia, Singapura,
Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei dan Vietnam. Anggotanya kemudian bertambah
dengan masuknya Laos, Kamboja, dan Myanmar. Keringanan yang diterapkan antar
sesama anggota, misalnya, adalah penurunan tarif bea masuk dari negara-negara
sesama anggota AFTA. Misalnya, Indonesia akan memberikan tarif bea masuk yang
lebih rendah terhadap impor radio buatan Malaysia dibandingkan dengan impor
radio dari Cina (bukan anggota AFTA).
- Perserikatan pabean (custom unions)
Pada
perserikatan pabean, antar sesama negara anggota memberlakukan ketentuan
perdagangan bebas dan tarif bea masuk serta kuota yang seragam terhadap impor
dari negara-negara bukan anggota. Misalnya negara X, Y, dan Z membentuk
perserikatan pabean. Perdagangan di antara ketiga negara tersebut akan
berlangsung secara bebas atau tidak ada hambatan baik berupa tarif maupun
kuota. Namun jika negara X, Y, dan Z mengimpor produk tertentu dari negara di
luar anggota, maka ketiganya akan memberlakukan tarif yang seragam terhadap
produk tersebut.
- Pasar bersama (common market)
Dalam integrasi
ekonomi berbentuk pasar bersama, sesama negara anggota mempunyai kebebasan
secara penuh untuk memindahkan faktor-faktor produksi, khususnya modal dan
tenaga kerja, serta membentuk kawasan perdagangan bebas dan menyeragamkan
peraturan tarif bea masuk.
Contoh
bentuk kerjasama ini adalah Masyarakat Eropa (ME) atau European Community
(EC). ME didirikan pada tahun 1958 oleh Jerman Barat (sekarang Jerman),
Perancis, Belgia, Italia, Luxemburg, dan Belanda. Saat ini anggotanya bertambah
lagi dengan masuknya negara Inggris, Yunani, Spanyol, Portugal, Irlandia, dan
Denmark. Nama European Community ini juga kemudian berubah menjadi European
Union (EU).
- Kesatuan ekonomi (economic union)
Negara-negara
yang membentuk kerjasama kesatuan ekonomi (economic union) memiliki
kebijakan ekonomi tunggal atau serupa, termasuk kebijakan moneter, pajak,
maupun perdagangan. Sampai saat ini hanya European Union yang mengarah
pada bentuk kerjasama ini. Hal ini, misalnya, ditandai dengan diberlakukannya
mata uang tunggal untuk kawasan tersebut yang dinamakan European Currency
Unit (ECU) atau Euro.
DAFTAR PUSTAKA
1. Boediono. Ekonomi Nasional.
Yogyakarta : Badan Penerbit Fakultas Ekonomi.
2. Amir M.S. 1990. Penuntun
Ekspor. Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo.
3. Salvatore, Dominick. 1992. Ekonomi
Internasional. Jakarta : Erlangga.
Sobri. Ekonomi
Internasional. Yogyakarta : Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UGM.
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :
ekonomi
- Artikel Lengkap tentang Valuta Asing
- Deskripsi Bentuk Fisik Tumpukan Uang 1 juta, milliar, triliun U$ dollar
- Makalah tentang Ekonomi Internasional
- Contoh Makalah tentang Korupsi
- Artikel tentang Teori Permainan
- Game Theory (dalam Ekonomi Mikro)
- Artikel tentang Ekonomi Koperasi
- Asas - Asas Koperasi
- Sebelum Memutuskan S2, Informasi Seputar Magister ini Mungkin Bermanfaat?
- Tips Cara Sukses Memulai Bisnis Kuliner
- Penanggulangan Multikolinearitas dengan First Difference Delta
- Memformat angka sebagai persentase
- Teori Nilai Tambah
- MAKALAH EKONOMI PEMBANGUNAN TENTANG PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH PERTANIAN DAN INDUSTRI
- Makalah Ekonomi Makro tentang Investasi dan Konsumsi
- MAKALAH TENTANG INVESTASI
- Daftar terbaru orang terkaya Indonesia 2014 versi Forbes
- Artikel tentang Pemahaman Inflasi
- Harga dan Spesifikasi Oppo Find 7, Baru dan Bekas Terbaru 2015
- Makalah tentang Ekonomi Internasional
- Makalah Sumber Daya Alam
- Analisis Input-Output dengan Excel
- Makalah Pajak tentang PBB
- Makalah Industri tentang Pasar Oligopoly
- Makalah tentang PERBANKAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar